Wednesday, October 17, 2012

Tempat Wisata

Tempat Wisata Probolinggo
Probolinggo adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang terletak dikaki Gunung Semeru, Gunung Argopuro dan PegununganTengger.
Kabupaten Probolinggo mempunyai banyak obyek wisata, diantaranyaGunung Bromo, air terjun Madakaripura, Pulau Gili Ketapang dengan taman lautnya, Pantai Bentar, Ranu Segaran dan Sumber Air Panas yang terletak di Desa Tiris, Rafting di Pekalen serta candi Jabung yang mencerminkan kejayaan masa lalu. Selain itu Kabupaten Probolinggo memiliki bermacam-macam seni budaya khas, diantaranya Kerapan Sapi, Kuda Kencak, Tari Glipang dan Tari Slempang, Tari Pangore dan Seni Budaya masyarakat Tengger. Selain obyek wisata dan keseniannya Kabupaten Probolinggo juga menghasilkan buah-buahan, sayur-sayuran serta hasil perkebunan lainnya.
Kabupaten Probolinggo mempunyai semboyan “Prasadja Ngesti Wibawa”. Makna semboyan : Prasadja berarti: bersahaja, blaka, jujur, bares, dengan terus terang, Ngesti berarti : menginginkan, menciptakan, mempunyai tujuan, Wibawa berarti : mukti, luhur, mulia. Prasadja Ngesti Wibawa” berarti : Dengan rasa tulus ikhlas (bersahaja, jujur, bares) menuju kemuliaan.
Batas wilayah administratif Kabupaten Probolinggo adalah: di sebelah Utara berbatasan dengan Selat Madura, di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Jember, di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Pasuruan, di sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Lumajang & Kabupaten Malang. Di tengah-tengah Kabupaten Probolinggo terdapat kota daerah yaitu Pemerintah KotaProbolinggo.
Di wilayah ini, Anda bisa melakukan banyak kegiatan. Tidak hanya karena dekat dengan tujuan wisata favorit Jawa Timur yaitu Gunung Bromo, tetapi di daerah ini juga ada tempat wisata petualangan berupa rafting / arung jeram seperti Songa Adventure, Regulo Rafting maupun Noars. Anda juga bisa melakukan outbound bersama kami di sekitar Kampung Kita.

Cara Menambah Kecepatan Download Idm



Hallo Bray??
Apa kabar?? Pada posting kali ini ane akan mengisi postingan dengan judul Cara Menambah Kecepatan Download Idm. Yang pertama ane kagak percaya. Setelah ane coba Kagak leled lage nehh.. Solusi ini juga sudah ane uji coba pada komputer ane. Lalu bagaimana cara nya?? langsung aja Liat ke TKP… :D
kalo ente kagak percaya.. coba dulu dah...

Sunday, September 23, 2012

Tempat Pariwisata


A. SELAYANG PANDANG KOTA PROBOLINGGO DAN PERKEMBANGANNYA
Kota Probolinggo merupakan salah satu kota dari 38 kota atau kabupaten yang ada di Propinsi Jawa Timur, yang terletak di daerah pantai utara Pulau Jawa. Secara geografis Kota Probolinggo terletak pada 7°43’41” – 7°49’04” lintang selatan dan 113°10’ – 13°15’ bujur timur dan merupakan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata ±4 meter di atas permukaan air laut.
Kota Probolinggo mempunyai luas wilayah 5.667.70 Ha dengan batas wilayah di sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Dringu wilayah Kabupaten Probolinggo, di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Leces, Kecamatan Wonomerto, Kecamatan Bantaran, dan Kecamatan Sumberasih yang ketiga-tiganya merupakan wilayah Kabupaten Probolinggo. Sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Sumberasih wilayah Kabupaten Probolinggo.
Dalam perkembangannya Kota Probolinggo menerapkan kebijaksanaan pembangunan yang mementingkan kepentingan masyarakat. Hal ini tertuang dalam Visi Kota Probolinggo yaitu “Terciptanya Kota Probolinggo sebagai tujuan investasi yang kondusif, prospektif dan partisipatif”, dan Misi Kota Probolinggo yaitu “Terwujudnya masyarakat berakhlak mulia, mandiri, berkeadilan, sejahtera dan berwawasan lingkungan” yang sepenuhnya mengutamakan pembangunan yang berkesinambungan, terarah dan tepat sasaran.
Secara sosiologis Kota Probolinggo didominasi oleh masyarakat Jawa dan Madura dan beberapa etnis minoritas, diantaranya Tionghoa, Arab dan penduduk pendatang dari daerah lainnya, dengan jumlah penduduk sebesar 215.158 jiwa. Pada umumnya masyarakat Kota Probolinggo memiliki karakteristik sosial sangat toleran dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang ada di masyarakat. Kondisi politik secara umum selama dekade terakhir sangat kondusif sekali. Karena masyarakat Kota Probolinggo sendiri telah mengalami perubahan karakteristik budaya dari masyarakat yang agraris menjadi masyarakat yang urbanis.

TPA Probolinggo

TPA (tempat pengumpulan akhir) Probolinggo

Kota Probolinggo merupakan salah satu kota di wilayah bagian utara Propinsi Jawa Timur yang terletak di antara jalur jalan Surabaya –Banyuwangi. Luasnya sekitar 5.667 Ha yang secara administratif dibagi menjadi 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Mayangan (dengan luas 1.931 Ha), Kecamatan Kademangan (2.151 Ha) dan Kecamatan Wonoasih (1.586 Ha). Pada tahun 2005, jumlah penduduk Kota Probolinggo mencapai 186.221 jiwa, dengan tingkat kepadatan penduduk Kota mencapai 3.568 jiwa/km2 (1).

Saat ini, Kota Probolinggo, termasuk juga kota-kota lainnya di Indonesia, menghadapi permasalahan sampah yang cukup pelik seperti pencemaran lingkungan akibat pembakaran dan penumpukan sampah yang tidak terkendali, pembuangan sampah ke sungai sehingga berakibat banjir, dan sulitnya mencari lahan Tempat Pengolahan Akhir (TPA). Sesungguhnya, permasalahan sampah dapat diselesaikan dengan melakukan pengolahan sampah sehingga menjadi tidak mencemari lingkungan, meningkatkan efektivitas pengangkutan sampah, me-recovery sumberdaya, dan memperpanjang umur TPA.

Timbulan sampah Kota Probolinggo mencapai 830 m3/hari yang terdistribusikan berdasarkan lokasinya: timbulan sampah yang berasal dari kawasan pemukiman mencapai 512 m3/hari, kawasan industri 186 m3/hari, pasar tradisional 85 m3/hari, fasilitas perdagangan 44 m3/hari, dan fasilitas kesehatan 3 m3/hari. Secara umum, sampah Kota Probolinggo didominasi oleh sampah organik dan plastik dengan komposisi: sampah organik yang berasal pasar mencapai 92 persen sedangkan dari daerah industri 53 persen (1). Komposisi sampah organik dari pemukiman diperkirakan 60 persen yang berupa sisa-sisa biomasa produk pertanian yang berasal dari sentra-sentra pertanian di desa atau pinggiran kota yang dikirim ke kota, seperti sayur-mayur, palawija, buah-buahan, dan sebagainya. Sampah organik dapat dikonversikan menjadi pupuk organik berkualitas tinggi.

Musium Probolinggo


Peradaban Kuno dan Peradaban Modern di Museum Probolinggo


                 Melintas di Jalan Suroyo di pusat kota Probolinggo, ada pemandangan yang cukup menarik perhatian. Di antara rimbunnya  pepohonan yang menaunginya, tampak sebuah pesawat terbang terpajang di halaman yang luas di depan sebuah bangunan. Selain itu juga terdapat pajangan tank dan loko kuno . Semua pajangan benda itu ternyata benar-benar asli dan masih terawat dengan baik. 


                Pesawat, tank dan loko Itu adalah sebagian dari koleksi Museum milik pemerintah daerah Probolinggo, Jawa Timur. Selain untuk menarik perhatian pengunjung, adanya pajangan pesawat, tank dan loko kuno itu juga diharapkan bisa menjadi land mark baru di Kota Probolinggo.

Saturday, September 8, 2012

Tari Kuda Kencak










PROBOLINGGO - Satu jenis kesenian yang paling unik dan menarik dari Probolinggo adalah tarian kuda kencak. Kata "kencak" sendiri berarti mengangkat kaki berulang kali.
Satu gerakan indah dan jenaka yang dilakukan oleh kuda mengiringi irama bunyi-bunyian dari gamelan yang ditabuh oleh beberapa orang.
Sang kuda diberi hiasan warna-warni, Seorang anak yang duduk dipunggungnya juga memakai pakaian yang tidak kalah gemerlapnya, diberi untaian bunga sekeliling kepalanya, dipayungi dengan payung berwarna serta di arak dan diperlakukan bagai pengantin.
Tradisi ini sebenarnya dilakukan dalam upacara mengkhitankan seorang anak, tetapi perkembangan menunjukkan bahwa kebiasaan ini juga dilakukan sebagai penebus nazar atau niat seseorang.
Misalnya saja seseorang akan mempagelarkan kuda kencak apabila anaknya sembuh dari sakit. maka apabila anaknya benar-benar telah sembuh, maka si anak akan menari bersama kuda kencak dan di arak ramai-ramai.

Friday, July 27, 2012

Tari Kiprah Glipang


Tari Kiprah Glipang

Tari Kiprah Glipang adalah sebuah tarian rakyat, salah satu bagian dari kesenian tradisional masyarakat Probolinggo. Tidak ada bedanya dengan tari Remo yaitu sebuah tari khas daerah Jawa Timur yang merupakan bagian dari kesenian Ludruk Tarian ini banyak berkembang di desa Pendil, Banyuanyar, Probolinggo

Tari ini telah berkembang di tengah kehidupan rakyat Probolinggo dari sejak lama, dan musik tradisional Glipang adalang instrumen utama pengiring tarian ini. Tari Kiprah Glipang adalah tarian yang menggambarkan tentang gagahnya seorang pemuda yang sedang berlatih keprajuritan.

Hikayat Tari Kiprah Glipang

Tari Glipang berasal dari kebiasaan masyarakat. Kebiasaan yang sudah turun temurun tersebut akhirnya menjadi tradisi. Glipang bukanlah nama sebenarnya tarian tersebut..
“Awalnya nama tari tersebut “Gholiban” berasal dari Bahasa Arab yang artinya kebiasaan. Dari kebiasaan-kebiasaan tersebut akhirnya sampai sekarang menjadi tradisi
Di ceritakan oleh Parmo, Tari Glipang (Gholiban) tersebut dibawa oleh kakek buyutnya yang bernama Seno atau lebih dikenal Sari Truno dari Desa Omben Kabupaten Sampang Madura.Sari Truno membawa topeng Madura tersebut untuk menerapkan di Desa Pendil.
“Ternyata masyarakat Desa Pendil sangat agamis.Masyarakat menolak adanya topeng Madura tersebut.Karena didalamnya terdapat alat musik gamelan.Sehingga kakek saya merubahnya menjadi Raudlah yang artinya olahraga,” lanjut Parmo.
Sari Truno kemudian mewariskan kebiasaan tersebut kepada putrinya yang bernama Asia atau yang biasa dipanggil Bu Karto..Parmo yang saat itu masih berusia 9 tahun mencoba ikut menekuninya. Tari Gholiban/Tari Glipang tersebut mempunyai 3 gerakan.Dimana tiap-tiap gerakan tersebut mempunyai makna dan cerita pada saat diciptakan.
Pertama tari olah keprajuritan atau yang biasa disebut dengan Tari Kiprah Glipang.Tari Kiprah Glipang ini menggambarkan ketidakpuasan Sari Truno kepada para penjajah Belanda.Dari rasa ketidakpuasan tersebut akhirnya menimbulkan napas besar.Tari Kiprah Glipang ini sudah terkenal secara Internasional dan sudah mendapatkan beberapa piagam perhargaan.
“Tari Kiprah Glipang pernah menjadi 10 besar tingkat nasional tahun 1995.Selain itu juga pernah datang ke Istana Presiden di Jakarta sebanyak 5 kali diantaranya waktu menyambut kedatangan Presiden Kamboja dan Presiden Pakistan.Saya juga pernah diundang ke Jakarta waktu peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke- 39,” tambah Parmo.